kali ini cerita soal buku kakak saya yang saya baca. dari bukunya saja sudah pasti isinya tentang pecun. buat yang belom tau pecun, pecun itu artinya perek culun. perek yang masih muda nan belia.
buku ini bercerita tentang aktivitas pecun yang mangkal di jalan mahakam jakarta. sebenernya cerita dari novel ini ringan banget. berhubung saya lagi males baca yang berat2, ya udah saya lahap buku itu penuh nafsu. kembali ke topik, pemeran utama di novel ini adalah seorang pecun yang bernama melody. ni cewek merupakan cewek paporit di sekitaran mahakam. buat yang mau booking dia harus ngantri sampe seminggu dulu. di lain sisi, si melody adalah seorang cewek SMA yang nama aslinya adalah oditta. dia punya pacar namanya damar, tingal sama budenya karena klo dirumah dia selalu ribut sama orang tuanya. dan semua orang yang disayanginya gak tau klo dia adalah pecun.
80% dari novel ini tidak menceritakan tentang konflik yang dialami oditta atau melody. tapi malah menceritakan kisah2 seputaran pecun2. antara lain ada cerita tentang cewek yang jadi pecun gara2 diperkosa, ada juga yang jadi pecun gara2 ibunya sakit sedanggak ayahnya sudah meninggal, ada juga cerita tentang cewek yang pengen jadi pecun cuma gara2 ketagihan sama yang namanya sex, ada juga yang pengen punya gaya hidup glamour, sehinga dia memilih jalan pintas menjadi pecun. selain itu juga mengisahkan para germo yang sok berpendidikan, sampai nge”briefing” pecun2nya pake bahasa para elit politik yang belum dia ngerti.
konflik terjadi ketika oditta lulus SMA dan mulai sadar dan bosen dengan kehidupan pecun mahakam. dia pertama mengadu kepada budenya. beruntunglah budenya itu pengertian dan sabar. dia pun membimbing oditta ke jalan yang benar (halah…) lalu orang tuanya diberi tahu dan disadarkan oleh sang bude bahwa cara mendidiknya yang selama ini terlalu memaksakan dan otoriter dan salah, sehinga membuat anaknya menjadi seperti itu.
jadi sebenernya inti dari novel ini menurut saya bukan terletak pada konflik oditta atau melody, tapi pada berbagai macam latar belakang pecun2 di mahakam. bagaimana mereka jadi pecun, suka duka jadi pecun, dll. overall ni novel biasa aja. tapi bolehlah sebagai bacaan2 ringan








Maret 10, 2008 pukul 7:39 am
wow….. harus antre?
tak disangka-sangka
Maret 14, 2008 pukul 6:42 am
berdasar kisah nyata nggak novel ini ?
baru tahu arti pecun yang sebenarnya dari postingan ini
Maret 16, 2008 pukul 9:44 am
@quelupi:
katanya si gitu, ga tau benerna gimana… .
@elyswelt:
g tau tuh. kataknya si bukan, cuma settingnya aja yang nyata.hehehe… .
Maret 16, 2008 pukul 10:13 am
la kok saya malah tertarik pengen tau, mana mahakam itu ya? wakakakakakaka
*mode pengen nyoba ON*
Maret 17, 2008 pukul 12:59 am
@pak gempur:
di daerah jakarta pak, mahakam tu nama jalan. jangan nyoba pak, ntar ketagihan.hehehe… .
Maret 24, 2008 pukul 5:29 am
Berarti pecun itu gampang dibujuki ya?
April 14, 2008 pukul 5:35 am
wah bagus itu. teruskan. (niru mbah din)