berani melakukan apa yang ada di judul tulisan ini? berani gak untuk mengatakan tidak pada nike, mc d, carefour, dan produk2 luar negeri lainnya?
pertama saya tidak percaya dengan konsep ini. ditambah lagi dulu waktu sma ada teman dari teman saya yang boikot produk2 amerika gitu. tapi ternyata hanya di omongan aja. artinya klo di sepan temen2 dia bilangnya gitu tapi klo sepi orang dia minum tuh coca cola.hehehe… . jadi ilfil. trus waktu kuliah ada juga kawan yang punya konsep sama. sejauh ini sih dia bener2 gak mau menyentuh hal2 berbau kapitalis, terutama milik amerika. wah saya semakin tertarik saja nih.
sebenarnya apa yang menyebabkan mereka melakukan pemboikotan itu? menurut kawan saya sih. ini salah satu cara untuk menghadang laju kapitalisme yang semakin menguasai dunia ini (sebenarnya dia bilang tidak seperti yang saya tulis, tapi kayaknya intinya kayak gitu). trus saya dikasi liat, pideo tentang gimana produk2 itu membuat barang dagangan mereka. klo gak salah waktu itu pabriknya sepatu nike di indonesia. disitu memang terlihat susahnya jadi buruh (klo enak jadi bos.hehehe… .) serius ni, disana mereka dipaksa bekerja selama 9 jam dengan berdiri. waktu itu (klo gak salah pilemnya dibuat taon 91) gaji mereka adalah Rp. 5000/ sepatu. dimana harga sepatu itu sendiri sekitar Rp. 250.000. haaa…. . kaget kan, saya juga kaget wktu pertama liat. belum lagi kondisi kehidupan buruh yang tidak layak juga diperlihatkan. selain itu juga ada pilem tentang pabrik produsen merk GAP yang juga di indonesia. selain itu saya juga pernah baca klo starbucks coffee yang setiap tahunnya memiliki penghasilan sebesar $5.8 juta, hanya membayar $0.3/cangkir kopi yang dijual untuk petani kopi eithopia. dan banyak lagi fakta yang ada.
dan yang terakhir ini baru kemarin saya liat di tipi. waktu itu pak amin rais yang diwawancara. saya sebenernya gak tau tema apa yang dibicarakan, karena saya liatnya 10 menit terakhir.hehehe… . tapi disitu pak amin bilang untuk memboikot produk2 luar negeri karena bangsa kita ini sudah terasing dari negara kita sendiri. tahukah kita klo kita punya perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia. tapi siapa yang punya perkebunan itu? orang malaysia. tahukah kita bahwa kita punya batu bara yang melimpah di kalimantan? tapi siapa yang mengeruknya? pengusaha thailand. dan pak amien bercerita lagi klo di jepang carrefour mati karena di boikot oleh rakyatnya sehingga pasar2 disana lebih ramai. di negeri ini? mall berdiri dimana2 dan pasar tradisional semakin tersingkir. tahukah kita klo indonesia adalah propinsi terbesar dari singapura? berapa banyak pengusaha singapura membuka usaha disini? dan tentunya banyak sekali income yang didapat singapura dari negeri kita ini.
dan opini yang terbentuk dari mayoritas masyarakat inidonesia yang konsumerisme adalah produk2 luar negeri = gaul, keren, dll. opini yang dibentuk oleh korporasi2 itulah yang membuat mereka semakin kaya. tanyakan saja pada diri anda. mana yang anda pilih makan di pizza hut atau makan nasi pecel di pinggir jalan? mana yang anda pilih, sepatu nike model baru atau sepatu specs? mana yang anda pilih, nongkrong di starbucs atau di warung kopi pinggir jalan.
kapan bangsa ini bisa berdiri diatas kaki sendiri seperti cita2 soekarno? sampai sekarang pun kita masi menjadi jongos di negeri sendiri. dan pemerintah yang kita pilih setiap 5 tahun pun tidak bisa melakukan apa2. malahan menjual aset2 negara (pemerintahan megawati), dimana amien rais menyebutnya sebagai kejahatan terbesar terhadap negara.
tapi bisakah kita bisa lepas dari jeratan semua ini? pelan2 pasti bisa. klo emang pemerintah tidak bisa melakukannya (malu sama iran, bolivia, venezuela, kuba nih) kita mulai dari diri kita. saya sudah mulai untuk menguranginya. sekarang ketergantungan saya cuma sama microsoft, indosat, nokia, honda. kayaknya itu aja deh.hehehe…. .banyak ya, tapi paling nggak sudah mulai berusaha lah.
dan yang terakhir ini pesan dari pak amien rais di tipi waktu itu:
“ayo kita lepas dari kepentingan SARA, mari tegakkan kedaulatan bangsa ini dan jangn mau lagi menjadi negara jongos”. lalu dia mengutip kata2 bung karno yang kira2 isinya “bila kita tidak bisa tegakkan harga diri bangsa, maka bersiap2lah untuk menjadi bangsa yang tidak punya harga diri”.








April 27, 2008 pukul 4:11 pm
kalau saja slogan untuk mencintai produk dalam negeri itu bisa terwujud, mas magma, maka tanpa ada unsur kebencian terhadap produk luar negri pun, produk dalam negeri kita akan tetap laris manis. agaknya dibtuhkan sebuah perubahan paradigma agar anak2 sejak kecil selalu ditanamkan nilai kecintaan terhadap produk negeri sendiri!
April 27, 2008 pukul 4:36 pm
Endonesa harus menghilangkan kebiasaan GENGSI nya.. kalau belom dihilangkan, ya nggak bakalan bisa ninggalin budaya cinta produk luar negeri…
April 28, 2008 pukul 1:37 am
Betul sekali. Banyak orang indonesia yang tidak bangga terhadap negaranya sendiri. Mereka banyak yang menggunakan produk luar negeri, padahal produk dalam negeri sebenarnya tidak kalah dengan produk luar negeri.
April 28, 2008 pukul 2:04 pm
@ pak sawali:
coment yang bijak pak.hehehe… . yang menjadi masalah dari kebencian itu adalah, sebuah ketidak adilan di dalamnya. 5000/sepatu untuk sepatu seharga 250rb apakah pantas? dan itu terjadi di indonesia pak.
@ndop:
gengsi dan alergi dengan produk dalam negri
@pak edi:
betul pak. mari kita cintai produk2 dalam negeri!!!!
April 30, 2008 pukul 8:55 am
bener mas negara kapitalis terutama amrk adalah musuh terselubung! tiang hari puluhan ton minyak kita diambil. entah banyak sekali yang mereka ketahui dari kita! mending minum marimas dari pada cocacola
April 30, 2008 pukul 12:12 pm
mah….
tapi namanya sosial itu kan ada ketergantungan dengan pihak lain
nggak perlu semua produk memang
tapi ada produk yang kita butuhkan dan tidak kita produksi sendiri
seperti operating system dan kebanyakan barang IT lainnya
kalo dah gitu gimana?
kalo ada produk kita dengan fungsi yang sama , kenapa tidak?!
cuma…memang kebiasaan itu yang sulit
apalagi yang sudah biasa
apalagi masalah prestige
halah
kalo kita orang ma bisa2 aja!
Mei 11, 2008 pukul 6:43 am
@rumput sawah:
hidup marimas.hahaha… .
@ domas:
klo negara lain bisa kenapa kita enggak? klo os sementara kita tandingi donk microsoft dengan linux. jepang dulu lebih terpuruk daripada indonesia, tapi sekarang udah jadi negara super power. dan negara asia yang menyusul adalah india, malaysia dan cina. kapan indonesia? apa cuma jadi negara budak?
Mei 28, 2008 pukul 11:42 am
hidup INDONESIA….
makanya kalo beli di pasar maling ajah…ha3…
dulu india kere…sekarang???
kita keduluan ama mereka…
wah2..import pilm aja kita kalah…
Nopember 17, 2008 pukul 6:48 am
Sayangnya produsen lokal juga terkadang membodohi.
industri perfilman dan penyiaran malah tidak berpihak kepada masyarakat. mereka lebih berpihak kepada materi dan sensasi yang mendatangkan materi. ya… trus gimana mo di bela klo terus begini.