
film yang berjudul romeo dan juliet kali ini sangat jauh dari kisah romantis ala shakespears. bila biasanya kisah cinta romeo dan juliet terpisahkan oleh permusuhan 2 keluarga yaitu montague dan capulet, kali ini kisah cinta 2 anak manusia ini lebih kompleks, yaitu masalah SEPAK BOLA!!!
dikisahkan Rangga adalah seorang supporter persija sejati, ya… the jak sejati. gak perlu diragukan lagi, semua atribut sampai ucapan pun sanagt kental dengan nuansa persija banget. sementara itu, desi adalah cewek dengan latar belakang keluarga supporter persib tulen. kakak desi sendiri adalah salah satu pimpinan dari the viking, sebutan untuk supporter persib. otomatis desi juga menjadi seorang viking. nah dari dulu sampai sekarang, the jak sama viking gak pernah akur, sebuah masalah klasik tentang supporter di seluruh dunia. kakak desi pernah tewas dalam tawuran antara the jak dn viking, dan ada lagi 2 kakaknya yang tuli dan mukanya codet, juga gara2 tawuran antara the jak dan viking. karena itu kakak desi tertua bencinya mendarah daging dengan the jak.
awal pertemuan rangga dan desi terjadi ketika terjadi tawuran antara the jak dan viking. rangga menyerang bus viking, memecahkan kaca bus, lalu melihat sosok desi. dia terkesima dengan wajahdesi, begitupun juga desi. itu terjadi cukup lama, sampai polisi datang, rangga pun kabur tanpa sempat berkenalan (aneh ya, heheh… .). pertemuan kedua terjadi ketika rangga pergi ke bandung, di suatu distro mereka bertemu lagi. pertemuan yg aneh pun lagi2 terjadi. mereka saling olok, “viking anjing…” “the jak anjing…”. namun tidak terjadi pertengkaran seperti lazimnya pertemuan kedua supporter ini. malahan mereka bertukar telepon. dan akhirnya kisah ini pun dapat ditebak. mereka berpacaran, mereka ditentang, mereka kabur, mereka menikah, dan lagi2 mereka ditentang, dan akhirnya mati… .
film ini benar2 jauh dari kisah romantis ala film2 percintaan, malah lebih banyak adegan pertengkaran dan tawuran daripada percintaan. namun inilah yg membuat saya suka dengan film ini, berbeda. awal film sudah disuguhi dengan yel-yel kreatif supporter yang mengejek musuhnya, dan juga diakhiri dengan tawuran jalanan antara the jak dan viking. tapi tak hanya itu, disini juga diperlihatkan hubungan antara supporter dari kubu lain juga cukup dekat. ada adegan dimana persib akan bertandang ke malang, kandang arema. disana viking disambut dengan ramah oleh aremania. dan juga dimunculkan kreativitas supporter dilapangan. secara garis besar film ini mengingatkan saya akan film green street hooligans, sebuah film tentang supporter di inggris, dan pertentangannya antar suppoorter. cuma di kisah romeo dan juliet ini ditambah kisah romantis.
hmm… .pertentangan antar supporter memang gak ada habisnya. saya sih nggak tahu banyak tentang mana lawan mana, pendukung mana lawan pendukung mana. tapi yang disayangkan kenapa hal itu harus terjadi?bukankah sepakbola seharusnya jadi alat pemersatu? bukan cuma kalo timnas indonesia aja yg main mereka bersatu, setelah main di liga mereka lagi lagi tawuran. dan saya yakin, para supporter sekarang yang benci dengan supporter lain gak akan tahu asal mula mereka membenci musuhnya. alangkah indahnya kalau kita dapat menikmati sepak bola dengan tenang, datang ke stadion dengan tenang, dan pulangpun dengan tenang. yah… . semoga film ini menjadi salah satu pengingat para supporter kita kalau apa yg mereka pertentangkan itu tidak ada gunanya








April 27, 2009 pukul 9:05 am
ketoke teko ceritane kok menarik, pingin nonton aku! hidup persikmania
April 27, 2009 pukul 10:34 am
monggo ditonton. hidup arema. wakakaka… .
April 28, 2009 pukul 12:11 pm
weh.. aq bonek mas
hehe
April 27, 2009 pukul 9:59 am
udh tau blm bro, klo viking datengin bllitz megaplex bandung utk ga muter film ini?
boikot pribadi krn mereka ga suka film ini ada the jaknya…
hueuehueuee…ada-ada aja..
April 27, 2009 pukul 10:35 am
iya sis, denger2 gitu. hehehe, ada2 aja ulah para supporter. paling mreka juga gak tau sejarah kenapa mereka musuhan.
April 27, 2009 pukul 12:59 pm
mahma, sounds familiar deh..
Smada ya? MBI?
iya ga sih?
kalo iya… waaa… cool blog-nya
blogwalking ya,
eh iya, aku mo bikin acara, mo ngundang bloger surabaya, ada kontak ga?
YM: sukaijo
regards,
Mai (kalo anak Smada kenal deh sama nama: Horn Sketsa)
FB:mai.ngartjojo@gmail.com
April 28, 2009 pukul 3:08 am
klo blogger sby g ad kontak mbak, dah lama g ikutan anak2 tpc. coba aja kasi messege di link anak tpc di samping
April 27, 2009 pukul 7:57 pm
wah, supporter sepak bola memang sangat rentan terhadap sentimen kesebelasan, mas. dalam situasi massa yang kurang terkendali, seringkali sulit membedakan mana lawan dan mana kawan, ya udah gedibag-gedibug sekenanya. yang penting ndak sama2 bunuh diri seperti kisah romi dan yuli, he he …
April 28, 2009 pukul 3:10 am
gampang kok pak bedainnya, lihat aja kaos yg dipake. hehehe… .
April 28, 2009 pukul 6:44 am
apapun warna dan atributnya, salam damai buat supporter indonesia!!
http://irfanmuhamad.wordpress.com/2009/04/26/the-jak-viking/
April 28, 2009 pukul 7:24 am
Wah menarik juga, postingan yang bagus. Trims sudah berkunjung dan kasih comment
April 28, 2009 pukul 1:14 pm
ngenteni sing nduwe dividine nang kosan, ngko ndelok bareng-bareng wae.. hehehe…
Mei 1, 2009 pukul 12:37 am
Untung saya bukan supporter fanatik hehehehehe…
jdi ndak perlu tawuran dan ketemu jodoh model begini wakakakakakakak..
tp, kisah yang menarik dan unik ini, bisa jadi referensi
Mei 5, 2009 pukul 4:06 am
Hahahaha…………..
Jadi filmnya Indonesia ya!
Mei 9, 2009 pukul 1:10 am
dUcH….fIlM rOmEo n’ jUliEt kErn bUangEtzzz…
Q dUkUng VIKING Bandung dWecHhhhHH……
Mei 26, 2009 pukul 2:36 am
wah film ini katanya banyak mengandung kekerasan sampe bunuh-bunuhan ya?? iih serem..
Mei 29, 2009 pukul 9:02 am
harus ditanamkan sportivitas yang tinggi biar yang kalah tidak kecewa.
Mei 29, 2009 pukul 9:11 am
wow…. film ini keren. saya blm pernah menonton…
. ini sampai tunggu. …. aq dengar!!! film yang menarik lagi.
asyikkkk…..penonton bareng Wechhhh
Juni 1, 2009 pukul 10:12 am
Link sudah saya add di americanster.com mas, mohon di linkback blog saya yang PR 1 . Salam pershabatan, makasih
Juni 8, 2009 pukul 8:18 am
Hidup Viking Garis KEras Bogor
September 8, 2009 pukul 8:56 am
hidup dai lur
Juni 8, 2009 pukul 12:42 pm
Kenapa judulnya harus romeo n juliet ya?
gak adakah judul lain yang lebih relevan dengan ceritanya?hehehe
Juli 3, 2009 pukul 4:01 pm
sayang gak ada bioskop di daerahku
Juli 9, 2009 pukul 2:47 pm
Tuker link yuk… link mu udah tak pasang lho! Salam kenal
September 8, 2009 pukul 8:56 am
gblg flm romeo n’juliet
aing teu resep
Teu setuju d’tayngkeun