BIROKRASI MEMPERMAINKAN NYAWA

Pertama2 saya ucapkan,

TURUT BERDUKA CITA BUAT KAWAN KAMI TERCINTA RIZKI PARLINDUNGAN (KIKI) . SEMOGA SEMUA AMAL DAN IBADAHNYA DITERIMA DI SISI-NYA

Cerita ini saya tulis berdasarkan pengalaman teman saya kiki. Seminggu yang lalu kawan saya ini mendapatkan kecelakaan kendaraan bermotor. Pada saat dia naik motor dengan kecepatan cukup tinggi, saat itu malam hari dan tidak ada penerangan jalan sama sekali. Dan ternyata ada sebuah lubang yang menganga menyebabkan dia jatuh dan sayangnya dia tidak memakai helm (Karena sudah menjadi kebiasaan, kalau naik motor di sekitaran kampus tidak pakai helm). Akhirnya dia jatuh dengan kepala lebih dahulu. Masyarakat disekitar situ langsung membantu, ketika POLISI datang yang diurusi malah motornya dan polisi tersebut tidak sedikitpun mempunyai keinginan untuk membawa ke rumah sakit, maupun memanggil ambulan sekalipun. Bahkan pak polisi tersebut menilang kawan saya ini karena dia tidak pake helm.
Akhirnya terpaksa warga sekitar mencegat mobil yang lewat. Itupun tak ada yang mau berhenti untuk memberi tumpangan. Untungnya ada seorang kawan yang mempersilahkan membawa kiki ke rumah sakit. Akhirnya rumah sakit yang dituju adalah rumah sakit yang terdekat dengan kampus saya, yaitu RUMAH SAKIT HAJI SURABAYA. Sesampainya disana ternyata kiki tidak segera langsung dirawat. Disana perawat atau apalah namanya menanyakan “siapa yang bertanggung jawab atas administrasinya?” kawan2 tentu saja bingung, karena kiki berasal dari bau-bau, sulawesi tentu saja tidak ada keluarga yang mendampingi. Beberapa teman mendesak untuk ditangani dulu sebelum orang tuanya dating. Tapi orang rumah sakit tetep aja tidak memberi perawatan. Sampai sekitar 1 jam berlalu,akhirnya datang temen yang cukup kaya sehingga mau menjadi penanggung jawab (dengan emosi tentunya). Setelah hampir seminggu koma, akhirnya kiki meninggal dunia.

Oh, birokrasi kenapa kau mempermainkan nyawa orang… .
Pak polisi, apakah anda tidak punya nurani untuk membantu?
Bagaimana kalau seandainya anak anda yang mengalaminya?
Para pegawai rumah sakit, kami paham kalau anda sudah terbiasa dengan orang sakit.
Tapi tak punyakah anda nurani untuk menolong yang kritis…. .

10 Responses to “BIROKRASI MEMPERMAINKAN NYAWA”

  1. gempur Says:

    ikut berduka cita dan beberla sungkawa yang sedalamnya untuk teman anda mas! semoga diterima di sisi-Nya.. Amin

    Kasus yang anda alami sudah lama dan basi.. lagu-lagu iwan fals banyak bercerita tentang itu.. dasar nasib!

  2. mahma mahendra Says:

    @pak gempur:
    iya pak, saya memang sudah lama dengar. dan baru saya alami sekarang.

  3. nicoustic Says:

    ternyata terbukti bahwa hati nurani dapat dikalahkan dengan birokrasi…kasian!

  4. quelopi Says:

    itulah birokrasi, jangankan dikalangan pemerintahan, di dunia kampus pun terutama kampus-kampus dideerah yang masih menerapkan sistem kampoeng juga seperti itu, korban sudah banyak yang berjatuhan, lalu pemimpinnya kapan berjatuhannya?

  5. Edi Psw Says:

    Harusnya diadakan pertolongan pertama dulu. Beginilah jadinya kalau aparat terlalu birokrasi.

  6. mahma mahendra Says:

    @nicoustic:
    iya terbukti

    @quelupi:
    kapan ya?

    @pak edi:
    seharusnya pak

  7. Okta Sihotang Says:

    @quelopi
    wah…seperti yang diceritakn di blognya ya ??🙂

  8. pram Says:

    Udah biasa lah mas, gag usah kaget. Namanya juga Indonesia

  9. agoenx Says:

    iyo ma….
    itu orang semua bangsat kabeh….
    polisine pisan gatel….
    rumah sakite entut……
    la masak pas 2 hari sebelum meninggal itu infusnya abiz perawatnya gak ada yang tau……….
    birokrasi bulet di Indonesia, makanya ndak ada yang mau nanam modal disini..

  10. mahma mahendra Says:

    @pram:
    bukannya kaget, tapi menceritakan lagi satu kisah di negeri yang katanya ramah ini.

    @agoenx:
    harusnya bangsa kita yang nanam modal di negeri sendiri bkan orang asing (lho… .OOT)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: