APA YANG SALAH?

Beberapa hari yang lalu kawan saya yang bekerja sebagai engineer di salah satu perkebunan kelapa sawit di kalimantan timur yang dimiliki oleh pihak asing pulang ke surabaya. Kami pun banyak ngobrol sana sini melepas kerinduan dan mengenang masa lalu. Sampai suatu saat dia menceritakan tentang pekerjaannya.

Dia bertugas membangun sarana dan prasarana untuk perkebunan itu. Misalnya pengaspalan jalan, pembangunan mess dan perumahan, dan lain sebagainya. Dia bercerita kalo dia itu aneh melihat perbedaan pengaspalan yang dia buat dn yang dia liat di jalan jalan indonesia. Pengaspalan yang dia buat bermutu tinggi yang mempunyai ketahanan puluhan tahun, sehingga tidak mudah rusak. Padahal jalanan itu dilewati oleh alat angkut yang sangat berat, seperti truck pengangkut sawit. Sedangkan di jalanan indonesia jangankan puluhan tahun, dalam hitungan bulan saja sudah lobang dimana mana. Padahal dia bercerita, kalau pemerintah mau mengeluarkan budget lebih besar sedikit, tentu dia tidak akan keluar lebih banyak lagi untuk pemeliharaan jalan. Lalu teman saya yang lain nyeletuk ” klo pengaspalan dibuat puluhan tahun, otomatis tahun2 depannya tidak akan ada proyek lagi. Nganggur donk? G ada yang bisa dikorupsi.hehehe… .”

Selain itu dia bercerita klo bangsa ini gak akan pernah lepas dari penjajahan ekonomi. Di perkebunan asing tempat dia bekerja sekarang ini punya kontrak dengan pemerintah selama 25 tahun, tapi sebelum 25 tahun tersebut habis. Bahkan pada tahun ke-12 mereka sudah melakukan perpanjangan kontrak untuk 25 tahun berikutnya. Klo gini caranya, kapan bangsa kita bisa mengolah kekayaan alam negeri sendiri?

Tetapi dia cukup salut dengan sistem perkebunan yang manajemennya bagus. Dan yang saya kaget dimana dia bercerita tidak ada sedikitpun peluang untuk korupsi di perkebunan ini. Bukannya tidak ada kesempatan, tapi seriusnya perusahaan menindak pelaku korupsi. Bagi pelaku korupsi yang ketahuan, tidak akan ada surat peringatan 1 maupun 2, tapi langsung dipecat! Hal ini berbeda sekali dengan kelakuan perusahaan ketika berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Sogok sana suap sini.

 

APA YANG SALAH?

8 Responses to “APA YANG SALAH?”

  1. ndop Says:

    saya ndak paham dengan paragraf pertama.. itu kode php ya? apa html??

  2. mahma mahendra Says:

    @ ndop:
    maap bung ndop, kesalahan bukan pada komputer anda.hehehe… .
    tapi sudah diperbaiki. enjoy… .

  3. masciput Says:

    brenx yo!

    selalu menjadi buruh dirumah sendiri

  4. Sawali Tuhusetya Says:

    kalau saja setiap intansi dan birokrasi bebas dari korupsi, maka tak akan yang bisa disalahkan, meski ekonomi negeri ini sedang terpuruk, mas magma. sayangnya, korupsi sudah menggurita di segenap lapis dan lini masyarakat kita.

  5. quelopi Says:

    sogok dan suap memang sudah menjadi tradisi di negeri ini, namun saya mau kagak tau siapakah dalang dibalik semua ini?

  6. Edi Psw Says:

    Aspalnya ada yang makan tuh.

  7. gempur Says:

    mau gimana lagi mas! korupsi itu dah sego jangane wong indonesia.. hiks..

  8. mahma mahendra Says:

    @ mas ciput:
    tepat!!!

    @Pak sawali:
    sepakat pak. dulu bung karno pernah pidato untuk menolak impor beras dari amerika. katanya ” saya yakin rakyat indonesia kuat dalam tirakat” kira2 itu isinya. dan saya yakin klo pak karno nyuruh tirakat pasti rakyat mau.
    lha sekarang disuruh hemat listrik sama sby aja susah.hehehe… .

    @quelupi:
    saya jg mau tau… .

    @pak edi:
    sapa yg mau makan aspal pak?

    pak gempur:
    sepakat pak!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: