SOE HOK GIE SEKALI LAGI

Buku tentang aktivis gerakan mahasiswa tahun 60an ini dibuat untuk mengenang 40 tahun kematian soe hok gie. Alasan saya membeli buku ini adalah, saya tertarik waktu melihat acara kick andy di tv episode mengenang 40 tahun kematian soe hok gie. Saya pikir saya tak mampu buat membelinya, karena buku setebal  512 halaman ini saya pikir terlalu mahal, biasanya sekitar 100 – 200 ribu. Tak cukup untuk kantong setipis kantong saya. Tapi waktu iseng – iseng ke gramedia, ternyata harganya sangat murah, Cuma Rp. 50.000,- tanpa pikir panjang, saya pun membelinya. Ternyata memang penulis sengaja mencari sponsor untuk buku ini agar bisa menekan biaya percetakan, sehingga menekan harga jual. Dan akhirnya buku ini bisa dinikmati siapa saja (andai semua penulis berpikir seperti ini… .)

Siapa yang tidak mengenal soe hok gie. Bagi generasi saya namanya mulai dikenal setelah mira lesmana dan riri riza memfilmkan kisah kehidupannya. Bagi generasi tahun 60an, dia sangat dikenal dimasanya. Menurut saya dia adalah orang berpihak kepada kemanusiaan dan kebaikan. Dia dikenal seorang yang mengagumi sekaligus menjatuhkan soekarno. Dia seorang yang membantu menjadikan soeharto menjadi presiden sekaligus mengkritik pemerintahan soeharto. Buku setebal 512 halaman ini belum selesai saya baca, tapi paling tidak saya akan mengulas yang telah saya baca.

Soe hok gie, sekali lagi… menurut saya buku ini dibagi dalam  bagian. Pertama adalah saat – saat terakhir hidup gie. Dimana saat dia akan hendak mendaki gunung semeru. Diceritakan secara detail dan runut mulai dari rencana gie dan kawan – kawannya untuk berangkat ke semeru, konflik – konflik yang terjadi saat pendakian, kecerian yang terjadi, sampai saat evakuasi  jenazah gie yang susah karena cuaca yang tidak mendukung (jenazah gie berada diatas semeru selama kurang lebih 4 hari). Meskipun saksi yang menceritakan di buku ini mengaku banyak kehilangan memori tapi cukup detail menurut saya.

Bagian kedua adalah kesaksian tentang gie, dari teman semasa dia menjadi mahasiswa dan dosen di UI. Dari sini jelas sekali banyak kenangan indah tentang gie oleh teman – temannya. Bahkan ada tulisan dari perempuan yang disukai gie. Sisi pribadi gie yang belum terkuak selama ini mungkin bisa terwakili disini. Sayangnya, menurut saya pada bagian ini kenapa kok mnjadi UI sentries ya? Dalam artian terlalu membesar – besarkan UI terutama MAPALA-UI. Tanpa mengurangi rasa hormat, menurut saya gie adalah salah satu tokoh bangsa, dan tulisan ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat agar terinspirasi oleh sikap gie. Tapi beberapa penulis (karena buku ini ditulis keroyokan) seakan melihat gie adalah salah satu keeksklusifan UI.

Bagian ketiga adalah kesan dari orang – orang tentang gie. Disini bukan hanya teman ge yang bersaksi, tapi kepada orang yang tahu tentang gie, dan bagaimana gie memberi inspirasi ke mereka. Mereka antara lain Nicholas saputra, riri riza, dan mira lesmana yang dikenal sebagai film maker dan pemeran gie. Lalu ikrar nusa bhakti, peneliti LIPI. nano riantiarno, seniman. Ben Anderson,pengamat sejarah dan politik Indonesia berasal dari australia, dan masih banyak lagi.

Bagian yang keempat adalah tulisan – tulisan gie. Gie adalah penulis yang handal. Dia banyak menulis dan mengkritik pemerintahan melalui tulisannya yang dimuat di Koran. Antara lain suara pembaharuan, dan kompas. Dan catatan – catatan yang berserakan tersebut dikumpulkan dengan rapi dan digabung menjadi bagian yang keempat ini.

Secara keseluruhan buku ini cukup bagus. Mengingatkan kita akan sosok yang humanis dan berpijak kepada “yang seharusnya”. Dimana sifat – sifat ini lama tidak kita jumpai pada bangsa ini. Buku ini mencoba mengingatkan kembali bahwa dulu kita punya orang yang punya idealisme tinggi, dan mengingatkan kembali bahwa adakah seseorang dengan idealisme sekuat itu sekarang?

19 Responses to “SOE HOK GIE SEKALI LAGI”

  1. liudin Says:

    wah bukunya lumayan buat nambah koleksi sekaligus untuk menambah semangat nasionalisme

  2. Anas Says:

    Buku yang bagus nih. Gie emang kritikus pemerintahan, namun cara penyampaiannya berbeda yakni melalui tulisan.

  3. sigit Says:

    tak tambahin referensi yo,,
    Soe kar no

  4. ghy Says:

    iyah, merindukan sosok seperti itu ya…idealisme tinggi dan teguh dgn idealismenya…
    jd pgn kenal soe hok gie…;p

  5. sawali tuhusetya Says:

    soe-hok-gie termasuk pemuda terbaik yang dimliki negeri ini. ia teklah menjadi sumber inspirasi kaum muda dalam melakukan perubahan.

  6. ciput mardianto Says:

    Apa kabar mas ?

    Menyingkapi bagian yang kedua seperti yang mas mahma tulis, seharusnya Soe hok gie adalah contoh bagi kita bersama terutama para pemuda. Bisa dibilang ini sedikit “eksklusifisme”.

  7. ndop Says:

    mudeng opo ora ya aku moco buku ngeneki…

  8. ridu Says:

    buku yg keren nih.. filmnya juga.. jadi menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran para pemuda khususnya akan pentingnya mengkritisi keadaan sekitar😀

  9. Edi Psw Says:

    Bisa didownload dimana nih bukunya.
    hehehe….

  10. brenda stefani Says:

    wah,, saya juga suka banget sama buku ini..
    gara-gara buku ini, jadi mau naik gunung lagi..
    sebuah buku yang wajib dibaca untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme…

  11. bung endy Says:

    aku ngantri nyele wae mas…
    hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: